Tuesday, January 22, 2019

Majikan Berburu Budak


Majikan Berburu Budak

Pada suatu hari, dimana terdapat suatu sudut kota yang sangat indah..kerukunan antar warga masih terasa hangat dan harmonis.. terdapat berbagai macam agama yang dianutnya, tidak menjadikan semua itu sebagai penghalang untuk saling bertoleransi antar umat beragama.


Tatkala saat sang surya menerangi alam jagad raya... Terdengar suara ayam bekokok merdu. Yang menandakan bahwa pagi sudah menyapa..seperti biasanya, aku melakukan aktivitas rutin.. Yah..katakanlah aktivitas sehari-hari dimana para bocah siap - siap berangkat menuju sekolah..selang beberapa waktu entah menit, aku sarapan pagi di depan ruang tv.. Dengan begitu lahapnya ku makan. Tiba tiba nih. Ada seekor ayam lari terbirit birit. Ternyata eh ternyata si ayam itu dikejar kejar oleh anjing ( yah bisa dikatakan sejenis bulldog).. Sampai terdengar bunyi ''kuok kok betok kwok kwok'' dengan mata melotot alias ternganga mau lari tapi.. Yah bisa dikatakan basa gaulnya ( teloloken) agegege.. 

Untung saja anjing itu tidak masuk ke rumah. Kalau masuk... Alamak...hidup segan mati tak mau.. Para tetangga pun berbondong - bondong ke rumah dan bertanya. Salah satu tetanggaku yaitu mbok marni '' ada apa ini? '' akupun menjawab '' anu mbok ada adegan perebutan piala MMA'' tetangga pun membalas  dengan khas jawa '' ono ono wae. Piala MMA mosok direbut anjing sama ayam'' akupun hanya meringis mendengar nya. Baru ku sadari, ternyata ayam tetangga ku yaitu bu tini masuk ke WC ku.. aku langsung teriak memanggil bapak ku dengan sebutan akrab ( pak e ) “ pak eeee iki ono pitik ndekem nek wc “ tak ada balasan suara dari bapaku,aku pun mencoba memberanikan diri untuk menggiring ayam keluar ke wc ku..

dan alhasill..gagal gaeesss..Akhirnya sang pemilik anjing pun datang untuk menjinakkan anjing tersebut dan berkata “ hey!!! Jangan nakal kau! Ayo pulang”. Dan si pemilik anjing itu pun pergi bersama satu anaknya. Aku masih takut dengan kejadian itu..lidah ku kelu untuk mengucapkan sesuatu..dan akhirnya bapakku datang dan bertanya “ ada apa? Manggil bapak kok teriak-teriak kayak di kejar syaiton” aku pun menjawab dengan sedikit gemetar “ itu lho pak, ada ayam masuk di wc”.. mendengar jawabanku.. bapakku pun heran 

“ lohhh  lha kok bisa ?” akupun spontan menjawab “ ya bisa lah pak kan dikejar anjing.” Bapakku bertanya lagi “ anjingnya siapa?” ( ya tetangga lah ) sambil menggerutu dari hati karena bapakku banyak tanya kayak wartawan di tv ).

Tetanggaku pun sedang mencari ayam yang satunya lagi gaess. Aku baru tau yang dikejar anjing itu ada 2 ayam. Yang satunya ayam jago dan satunya anak ayam..ayam jagonya sih ada di wc ku tapi kalau anak ayamnya sih aku nggak tau.

Mencari..terus mencari keberadaan si anak ayam yang merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi tetanggaku. Karena sumber nafkah yang didapatkan,,yahh dengan jualan ayam..salah satu yang dikejar anjing itu adalah anak ayam yang hendak dijual ke pasar

Setelah letih mencari sambil sedikit pasrah. Bu tini yang beristirahat di pohon belimbing, akhirnya menemukan seekor ayam yang menurutnya itulah ayam yang dicari. Dengan sedikit tergesa-gesa, bu tini memanggil pak tarno ( suami bu tini ). Untuk mengambil ayam itu dan seraya berkata “ weh..ini lho pak ayam e udah ketemu..alhamdulillah”. melihat kejadian itu, aku lega sekali akhirnya si sumber rezeki bu tini sudah ketemu. 

Ku lihat dari kejauhan..ada sosok bapak-bapak separuh baya dengan memakai kaos dan celana panjang seadanya..tak ada kesan mewah pada dirinya apalagi glamour..tidak sama sekali. Semakin dekat bapak itu menghampri kerumunan yang ada pada saat itu..DANNNN.... ternyata bapak itu ingin membeli ayam 20 ekor sekaligus. Bapak itu pun mengawali pembicaraan. “ selamat pagi Bu tini, kedatangan saya ini bermaksud untuk membeli ayam sebanyak 20 ekor, apakah masih ada ?”

Dengan rasa tak percaya dan serasa mimpi ku lihat bu tini bengong tak berkedip. Ku tepuk pundak bu tini dan bertanya “ buk,,itu lho ada yang mau beli ayam 20 ekor kok malah bengong.’’ Dengan sontak bu tini menjawab “ oh..iya pak bagus tunggu sebentar saya mau lihat ayam saya masih ada 20 ekor apa tidak.”

Pak bagus menjawab “ oh, iya silahkan.saya tunggu.” Bu Tini yang langsung menghampiri suaminya dan langsung bertanya “ pakk..ayam e ada 20 gak? Ini lho ada yang mau beli ayam.” Suami bu tini mehitung ayam nya dan ternyata pas ada 20 ekor. Kalau saja ayam itu tidak ketemu,tidak akan genap menjadi 20. Memang ayam itu membawa rezeki. Walaupun dengan adanya huru-hara yang mengkhawatirkan dan merepotkan banyak.

Tak kusadar, jam sudah menunjukkan pukul 06:55..aku langsung memanggil bapakku untuk mengantarkan ku ke sekolah. Dan dalam kejadian itu, aku baru menyadari. Bahwa siapa yang menanam pasti menuai sebuah hasil. Jika yang ditanam itu baik maka apa yang dihasilkan pun ikut baik.

MATUR THANK YOU
GOOD JOB

perkenalkan nama gue ayu lestari kehidupan gue sehari hari makan tidur berak hidup gua monoton bet dari pada monotn yakan mending gue ngeblog buat ngabisin waktu sehari hari gue